Arsip untukCerita Pengalaman

Pengalaman PKL (sambungan 1) « sYuKRi pUNYa bLoG. . .

PKL Tak Hanya Formalitas

Praktek Kerja Lapangan dianggap oleh sebagian Mahasiswa adalah sebagai Formalitas dan syarat untuk menyelesaikan Suatu Mata Kuliah saja, tetapi sebenarnya PKL tersebut adalah subuah moment yang sangat berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Coba saja kita tinjau kebelakang, sudah berapa banyak Mahasiswa yang diterima bekerja ditempat mereka PKL.

Saya punya cerita, tetapi cerita ini saya alami sewaktu saya masih berada di Sekolah Menengah Kejuruan.

Cerita ini mungkin bisa menjadi contoh untuk kita untuk kedepan nantinya.

Begini cerita nya, hi..hi…hi….

Waktu itu saya PKL di sebuah service center komputer yang berdomisili di kota padang. Awalnya saya sedikit kecewa, mengapa saya ditempatkan ditempat seperti itu, padahal saya berkeinginan di tempat yang lebih dan dengan pekerjaan yang menumpuk, sehingga saya bisa menimba ilmu sedalam-dalamnya di tempat PKL tersebut.

Hari terus barganti, saya mulai menyukai pekerjaan disana, kenapa…??? Ya, karena tempat seperti itulah yang saya inginkan. Saya sangat senang dan bangga PKL disana, selain ilmunya banyak ditambah dengan uang makan dan uang saku. [ini adalah hal yang selalu diidam-idamkan oleh perserta PKL].

Sejak dari awal, kami diajari tentang banyak hal mengenai Hardware Komputer. Mulai dari merakit komputer, menginstall sampai pada pemasangan Jaringan komputer ke perkantoran-perkantoran. Bahkan saya sering diajak ke luar kota untuk mengantar komuter dan memasang jaringan komputer disana. Yang lebih asyiknya lagi, saya diajak ke Palembang untuk mengantar komputer dan memasang jaringan komputer di LBA LIA Palembang. Saya lupa tepatnya hari dan bulan apa, tapi yang paling saya ingat adalah, tak berselang lama kami nyampai di LBA LIA tersebut, Rombongan Ibu Megawati Soekarno Putri[saat itu menjabat sebagai Presiden RI] juga nyampai, tapi tujuan ereka bukan LBA LIA, melainkan ke GOR untuk membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) yang saat itu dilaksanakan di Palembang.

Waktu pun berlalu pekerjaan selesai, kami pulang menuju Padang kembali. Saat itu saya di kasi Uang Saku sebesar Rp. 200.000,- yang pada saat itu sungguh besar rasanya.

Bulan pun terus berganti dan PKL pun selesai. Tapi sebelum selesai, kami ditawari pekerjaan disana. Ya..namanya anak muda, masih pengen bebas dan keinginan menuntut ilmu asih tinggi, maka tawaran tersebut tidak terlalu kami hiraukan. Hanya bilang InsyaALLAh..

Yang lebih berkesannya lagi, Perusahaan tersebut sampai menelpon ke sekolah saya untuk meminta saya untuk ke kantor untuk langsung diterima bekerja. Hm..saya bingung, antara kerja dan cita-cita. Sulit diputuskan. Sampai akhirnya saya menyerahkan semuanya pada Sang Penentu Segalanya. Saya berdo’a, ya Allah, seandainya bekerja adalah jalan terbaik untuk saya, maka lapangkan dan mudahkan lah jalan saya, tetapi jika menurut engkau menutut ilmu adalah jalan terbaik saat ini, maka mudahkan jua lah ya Allah..

Waktu terus berlalu, akhirnya kami pun menyelesaikan study di SMK tersebut. Awalnya saya mencoba untuk mendaftar SPMB dan mengikuti ujiannya. Ntah apa jalannya, saya juga tidak tau, saya tidak lulus dalam tes tersebut.

Tapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya, saya mencoba untuk pergi ke tempat PKL saya tersebut dengan harapan masih ada kesempatan untuk saya. Ternyata diluar dugaan, saya melihat sudah banyak karyawan baru disana, saya langsung menemui Managernya. Kami berbincang-bincang, dan sayapun mengutarakan niat saya untuk bekerja disana. Tapi tanggapanya agak berbeda dengan waktu saya baru tamat dulu. Saya dapat memaklumi hal tersebut. Saya disuruh menunggu panggilan setelah surat lamaran saya masukkan.

Lama waktu berselang, hati pun mulai bingung menghadapi kehidupan yang saya jalani dengan tanpa kegiatan yang tidak berarti sama sekali.

Dalam keadaan suntuk seperti itu, kakak saya menawarkan, mau kuliah nggak, ada POLTEK buka jurusan baru yang cocok dengan bidang saya, yaitu Teknologi Informasi. Saya sangat senang, saya langsung bergegas mendaftar walaupun saya tidak pernah ke POLTEK tersebut dengan besar harapan yang tertanam dalam lubuk hati saya.

Akhirnya saya pun diterima kuliah disana. Alhamdulillah sampai saat ini, saya hapir menyelesaikan kuliah saya. Doakan Cepat Wisuda ya…

Hm..begitu lah cerita pengalaman saya yang tidak bisa saya lupakan bahkan sampai saat ini.

Saya harap, dapat bermanfaat bagi pembaca semua

Pengalaman PKL (sambungan 1)

Akhirnya, saya memberanikan diri untuk pindah bidang. Jika diibaratkan pegawai, di-”mutasi”, tapi ini beda. Kalau saya bukan dimutasi tapi me-mutasikan diri dan pindah kebidang yang saya rasa sedikit lebih cocok dengan saya. Walaupun ga’ da pekerjaa, tapi gak tau kenapa, saya sedikit tenang di tempat yang baru.

Hari pertama di ruangan baru, saya ikut keluar kota karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan. Saya sangat senang sekali.

Pagi itu jam menunjukan jam 9 pagi, kami berangkat dengan sebuah mobil yang full AC dan non Musik. Suasana sangat hampa dan penuh dengan kediaman walaupun yang pergi tersebut ada 4 orang. Mungkin itu karena kami merupakan golongan yang pendiam. hehehe…

Perjalanan terasa sangat lama sekali, pada waktu itu menempuh jika di perhitungkan dengan waktu sekitar 4 jam perjalanan, tapi karena di selimuti dengan diam, terasa sangat lama sekali.

Baru saja 2 jam perjalanan, perut saya terasa sangat pedih dan lapar banget, maklumlah anak kost yang jarang makan. Waktu menunjukan jam 11 siang, “Duh, ne perut kok ga’ bisa kompromi seh..”,kadang aku juga berkata dalam hati, “Masih jauh pak?”. Tapi hal tersebut tidak kutanyakan, takutnya dibilang gak sopan.

Waktu terus berlalu dan perutku semakin lapar. Tepat jam 13, mobil berhenti didepan kedai nasi. Hati ku sangat senang sekali walupun, akhirnya aku bisa makan..begitu kataku dalam hati..

Dengan lahap aku makan, dengan sedikit segan aku makan agak banyak, maklumlah belum makan dari semalam. Tapi biarlah, kalau aku malu-malu nanti perutku semakin sakit dan semakin lemah. Aku sangat senang dan tenagaku mulai pulih.

Perjalanan dilanjutkan dengan suasana yang sedikit berbeda mungkin karena sudah mendapat tenaga tambahan. Mulai dengan pertanyaa-pertanyaa yang konyol dan pada akhirnya perjalanan tak terasa dan kami pun sampai.

Setelah sampai, kami langsung shalat di mushala kantor itu. Setelah itu kami masuk keruangan dengan semangat dan keingin tahuan yang tinggi. Akhirnya kami menikmati dan dapat pengetahuan baru di sana.

Waktu terus berlalu, kami pun pulang ke tempat asal. Suasana sangat berbeda dari sebelumnya. Kami sangat menikmati perjalanan tersebut karena tak ada lagi kebisuan seperti mau berangkat tadi.

Kami mulai bercanda ria dan sekali-kali mencemooh walaupun sepertinya tidak sopan, tapi kami tidak merasa tersinggung.

Mulai dari menanyakan pengalaman bapak dari Kantor sampai mencemooh daerah asal masing-masing.

Perjalanan pulang ditempuh dengan jarak yang sama dengan jarak sewaktu mau pergi, tapi perjalanan ini terasa sangat cepat

About Me

Assalamu ‘alaikum warahmatullahiwabarakatu…

Halo..dahulu nama saya SYUKRI TIRTA ADI PUTRA, tapi sewaktu masuk SD nama tersebut terlalu panjang sehingga membuat bingung Guru saya dan nama saya di pendekkan menjadi SYUKRI…

Kata orang, apalah arti sebuah nama..Tapi kalau menurut saya, nama merupakan Doa yang selalu di ucapkan orang yang memanggil kita. Itu sedikit tentang nama…

Saya terlahir dengan jenis kelamin Laki-Laki, mo bukti…hehehe…

Mulai merasakan hembusan angin dunia ini sejak beberapa tahun silam, tepatnya pada tanggal 16 Mei 1986..

Ingat…Namaku Syukri.

Hmm..mulai bingung neh..setelah beberapa minggu melewati hari-hari sebagai pengangguran berijasah. Tapi hal itu dikarenakan ijasah tersebut belum bisa diambil, so belum bisa ngapa-ngapain setelah wisuda ne..

Bagi yang tertarik untuk mengetahui siapa saya, berikut ini adalah data pribadi tentang saya. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dan bisa jadi refferensi. (hehe..sekalian promosi neh..!!!)

Daftar Riwayat Hidup

Data Pribadi
Nama : Syukri
Jenis kelamin : Laki-Laki
Tempat, tanggal lahir : Koto Tinggi, 16 Mei 1986
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Menikah
Tinggi, berat badan : 163 cm, 50 kg
Agama : Islam
Alamat lengkap : Padang Bungo Gadur – Kec. Enam Lingkung – Kab. Padang Pariaman – Sumbar
E-mail : syukri.adie@yahoo.com
FaceBook ID : syukri.adi@gmail.com
Homepage : http://friendly-media.blogspot.com

Pendidikan
1993 – 1999 : SD N 01 Pauh Kambar, Padang Pariaman
1999 – 2002 : MTsN Pauh Kambar, Padang Pariaman
2002 – 2005 : SMK Negeri 1, Kota Pariaman
2005 – 2008 : Program Diploma III (DIII) Teknik Komputer Politeknik Negeri Padang

Kemampuan
1. Kemampuan Merakit dan Instalasi Komputer
2. Kemampuan Jaringan Komputer
3. Kemampuan Bahasa Inggris
4. Kemampuan Komputer
5. Kemampuan Internet

Pengalaman Organisasi
1. Pramuka SD N 01 Pauh Kambar
2. Drum Band, Pramuka dan OSIS MTsN Pauh Kambar
3. OSIS SMK N 1 Pariaman
4. Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang
5. BEM Politeknik Negeri Padang Periode 2006-2007, Jabatan Koordinator Informasi Komunikasi
6. BEM Politeknik Negeri Padang, Periode 2007-2008, Jabatan Kepala Departemen Kesejahteraan Mahasiswa

Seminar dan Workshop yang pernah diikuti
1.Peserta Seminar dan Workshop VOIP (Voice Over Internet Protocol). Pembicara : Onno W Purbo (Pakar IT Nasional). Dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2006, oleh Wahana Mahasiswa Telekomunikasi Politeknik Negeri Padang.

2. Ketua Panitia Seminar dan Workshop JAVA. Pembicara : Tisha Melia, BSc (Staff Pengajar Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang). Dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2007, oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang.

3. Peserta Seminar dan Workshop IT-Base Education. Pembicara : Onno W Purbo, Romi Satria Wahono dan Lukito Edi Nugroho (Pakar-Pakar IT Nasional). Dilaksanakan pada 4 November 2008, oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Elektronika Universitas Negeri Padang.

Padang, 8 Januari 2009

Syukri, Amd.

Taratik tu apo..??

Sabagai urang minang, pastilah harus tau a nan dikecekan taratik. Jikok indak tau, tu diraguan kalau urang tu bana-bana urang minang.

Cibo wak caliak di jaman kini ko. Urang kini lah banyak nan babuek sa suko hati nyo. Jikok dikecek an ndak bataratik, nyo berang. Tapi kalau dikecek an bataratik, parangai nyo tu mancari gaduah taruih.

Ambo binguang mancaliak urang kini ko. Kadang ambo juo maraso heran, sia nan salah sabana nyo.

Kok dikecekan nan mudo-mudo kini nan salah, tu nyo berang, baa kok kami nan di pasalahkan, padohal nan tuo masih banyak nan balaku mode tu, indak sasuai jo adat jo agamo.

Kok ditanyo lo ka nan tuo, inyo mangecek, kan lah ambo kecek an ka nan mudo-mudo tu kalau itu salah tapi nan mudo tu indak mau tau.

Ntahlah…ambo binguang…

Nan jaleh dijaman kini ko, kito samo-samo manjago sanak kito surang-surang se lah lai. Kalau susah bana, keluarga kito se nan di atur lai, tapi kalau ndak juo doh, tu pandai-pandai se lah jo diri surang. Sabab jikok maatur urang salah, tu tapaso maatur diri surang se lai. Kalau diri surang lah susah maaturnyo, tu yo lah barabe bana mah. Paralu di patanyoan tu.

Linux, Open Source Operating System

Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, system operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) dapat diperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, diberikan juga hak untuk mengkopi sebanyak apapun, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Linux dapat diperoleh tanpa harus membayar sama sekali. Jika biasanya harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux perangkat tersebut dapat diinstal tanpa harus membayar lisensi. Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya.

Jika pada perangkat lunak komersial tidak diperkenankan mengetahui kode sumbenya maka tidak akan pernah tahu apakah program yang beli tersebut aman atau tidak (sering disebut security by obscurity). Hidup berada di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, source code dapat diteliti langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya.

Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Pengguna jugalah yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, dan user adalah orang yang hobi memodifikasi, bahkan hingga mesin sekalipun dimodifikasi, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan. Keterbukaan source code juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat.

Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih diketahui dan program penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja. Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Diantaranya adalah : ADA, BASIC, C, C++, Expect, FORTRAN, GTK (untuk membuat aplikasi GUI di Linux), PASCAL, Phyton, Skrip Shell, TCL, Perl (The Practical Extraction and Report Language) sering dipakai untuk membuat skrip CGI di web.

Sistem Open Source dimulai sejak Richard Matthew Stallman atau lebih dikenal dengan RMS adalah seorang father of the GNU Project yang sangat menentang penyebaran software tanpa menyertakan source codenya, sebab hal tersebut membuatnya tidak dapat berbuat apa-apa dengan software tersebut. Seperti halnya pada tahun 1977 saat Lab MIT (Massachuset Institute of Technology) memberlakukan sistem berpassword. Saat itu Stallman membobolnya dan menjadikan sistem tersebut menjadi “sistem tinggal enter”. Pada akhirnya, Stallman bersama rekan-rekannya di FSF(Free Software Foundation) membuat sebuah filosofi copyleft yang merupakan lawan dari kata copyright yang berrrrtujuan untuk menyebarkan sistem operasi. Copylef ini mensyaratkan bahwa kode sumber yang dibebaskan biarkan tetap bebas. Seseorang boleh saja mengubah dan menambahnya namun kode hasil rubahan tersebut harus disebar dan orang lain dapat memperelohnya. Salah satu implementasi copyleft yang populer adalah lisensi GPL (GNU Public License) yang dipergunakan dalam proyek GNU.

Rindu Kampuang Halaman . . .

Kampuang den jauah dimato. . .
Gunuang sansai bakuliliang. . .
Den takana jo kawan-kawan lamo. . .
Sangkek den basuliang-suliang. . .

Panduduaknyo nan elok. . .
Nan suko bagotong royong. . .
Sakik sanang samo-samo di raso. . .
Den takana jo kampuang. . .

Itulah sedikit lagu yang sering kami nyanyikan bersama teman-teman sewaktu masih kecil-kecil dulu dikampuang halaman.

Waktu itu, kami masih polos tanpa dosa, dan masih belum tau dengan kejamnya dunia yang sesungguhnya.
Keceriaan yang kami rasakan seakan-akan tidak ternilai harganya dan tidak tergantikan oleh apapun didunia ini. hm. . .aku rindu dengan keadaan masa kecilku. . .rindu dengan sawah-sawah nan luas dengan kodok dan burung bangaunya. . .rindu dengan kerbau dan sapi yang sering kami naikki punggungnya. . .rindu dengan sungai dengan arus dan ikan-ikannya. . .rindu dengan permainan tradisional yang selalu menemani kami. Alam nan indah dengan suara kicau burung yang sahut-menyahut. Bunyi riak air sungai dengan arus derasnya. .

Ah. . .kini semua itu tinggalah kenangan. Walaupun ada mesin waktu yang membawa kami kembali kesana, suasananya tidak akan kami rasakan seperti halnya pada waktu kami kecil dulu. Entah kenapa waktu begitu cepat berlalu, sehingga kami tidak siap kehilangan itu semua.

Uh. . .biarlah hal itu jadi kenangan terindah dalam sejarah hidupku. .walau tak dapat diraih lagi, aku bahagia telah menikmati semua itu, karena aku yakin hal tersebut tidak dirasakan semua anak-anak seumuranku pada waktu itu. .

Doa Orang Tua Menentukan

Hidup..ada orang tua, ada anak. Jika tidak ada orang tua pastilah anak tidak ada. Hehehe..itu kan pendapat saya, terserah saya mo ngomong apa selagi yang lain tidak tersinggung..hehehehe…

Ini adalah kisah sebenarnya tanpa ada rekayasa..

Setelah tamat dari SMK, seorang anak ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi atau Perguruan Tinggi. Tapi dia sedikit bimbang melihat ekonomi keluarga yang kurang memadai. Setelah dibicarakan dengan orang tuanya, maka orang tuanya setuju, walau bagaimanapun caranya nanti..

Hari berganti, tibalah saatnya untuk mendaftar untuk dapat melakukan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau sekarang namanya SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Dengan penuh semangat, dia pergi mendaftarkan diri walaupun dengan pengetahuan tentang alamat pendaftaran tidak begitu pasti Ia ketahui. Tapi dengan semangat yang menggebu dia tetap melangkahkan kakinya menuju tempat pendaftaran.

Singkat cerita, dia akhirnya bisa mengikuti ujian tersebut ditempat yang tidak Ia ketahui pula sebelumnya.

Singkat cerita lagi, akhirnya tibalah saatnya pengumuman calon Mahasiswa yang diterima di Perguruan Tinggi yang sudah dipilih. Alangkah terkejutnya dia, ternyata pengorbanannya sia-sia, karena namanya tidak Ia temukan di Koran Pengumuman tersebut.

Sungguh sedihnya Ia. Dengan wajah sedih dan penuh kekecewaan Ia pun pergipulang kerumah dan berkatapada ibunya “Bu, nama saya tidak ada keluar..gimana lagi dong bu..?. Kalau melamar ke swasta pastilah Biayanya sangat besar dan pastilah sangat susah untuk dicapai..”

Dengan wajah sedikit senyum, ibunya menjawab “Sudahlah, mungin belum ada jalanmu disana dan mungkin saja Allah sedang menunjukimu ke jalan yang terbaik dari ini”. Mendengar perkataan ibunya seperti itu, terobatlah kekecewaannya tadi. Dia bertekad untuk mencari pekerjaan saja untuk waktu 1 tahun ini dan setelah itu Ia akan mencoba lagi untuk daftar di Perguruan Tinggi Negeri yang Ia inginkan.

Waktu berlalu..Ia pun semakin bingung mau ngapain. Baru beberapa bulan, tapi serasa sudah berabad..hm..mungkin karena gak da kerjaan..

Akhirnya, salah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota Padang membuka pendaftaran Mahasiswa Baru untuk angkatan perdananya.

Ia langsung pergi kekampus Uiversitas tersebut. Sama halnya, dia tidak tau kampus nya dimana dan seperti apa. Lagi-lagi dengan didorong semangat yang tinggi, maka Ia beranikan diri untuk mendaftar.

Singkatnya, Ia pun diterima di Perguruan Tinggi tersebut.

Waktu berlalu, semester awal Ia dapat menyelesaikan dengan baik dan semester kedua pun berakhir dengan nilai yang tidak mengecewakan..

Entah apa yang terjadi, pada semester selanjutnya sampai semester ke empat Ia mendapatkan nilai yang Anjlok sekali. Dia tidak terima hal itu, Ia sangat menyesal dan bertekad untuk mendapatkan yang lebih tinggi lagi.

Ia pun merenung dan Ia berkata, Mungkin ini merupakan peringatan untukku, karena aku jauh dari – Nya, sudah banyak melanggar perkataan orang tua dan banyak hal lain yang tidak bisa di ceritakan.

Dia pun terus berusaha..

Akhirnya dia teringat sesuatu, “Carilah apa yang membuat anda semangat, Jika seandainya ada sesuatu hal yang bisa membuat semangat dan dapat memberikan motifasi, maka raihlah itu..”. Dengan semangat akhirnya Ia menemukan apa yang membuatnya semangat dan Ia pun sangat senang sekarang karena Ia yakin untuk kali ini Ia dapat membuktikan lagi bahwa Ia mampu dan bisa berprestasi.

Tapi Ia pun sadar, bahwa semua itu tak ada gunanya jika peran orang tua dikesampingkan. Maka Ia pun mencoba untuk share dengan orang tuanya tentang masalah apaun yang Ia hadapi. Ia juga tidak pernah lupa untuk minta restu dan doa dari ortunya supaya Ia bisa sukses.

Ujian semester V pun datang. Ia sangat cemas dan bimbang walaupun selalu disemangati oleh “Inspiratornya“. Ia tidak lupa untuk share dengan ortunya dan ortunya bilang “Jangan Cemas, Do’a Ibu dan Bapak Selalu Menyertaimu kok, jadi yakinlah dengan kemampuanmu dan jangan pernah Lupa Pada-Nya serta berhati-hatilah..”.

Kata-kata itu tidak pernah lupa dari ungatannya dan masih nyaring terdengar di telinga nya. Ia yakin, Redha Allah terletak pada Redha Orang Tua dan Restu Allah juga Tergantung pada Restu Orang Tuanya.

Ujian pun berlalu, Ia selalu bercerita pada Orang Tuanya, kecemasan apa yang Ia rasakan dan membuat Ia patah semangat. Tapi orang tuanya tetap meghiburnya dengan senyuman yang tulus dari seorang ibu pada anaknya.

Akhirnya, Nilai pun keluar. Ia sangat senang sekali dengan prestasinya saat ini dan Ia bangga dengan Orang Tuanya yang selalu membimbingnya.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk seseorang yang selalu ada dalam keadaan apapun buatnya. Dan orang yang selalu mendo’akan dan mensupport dirinya.

Terima Kasih ya. . . ALLAH. . .

Terima Kasih Ibu dan Bapakku. . .

Terima Kasih Nuansa Cintaku. . .

Terima Kasih Teman-Temanku semua. . .