Pengalaman PKL (sambungan 1)

Akhirnya, saya memberanikan diri untuk pindah bidang. Jika diibaratkan pegawai, di-”mutasi”, tapi ini beda. Kalau saya bukan dimutasi tapi me-mutasikan diri dan pindah kebidang yang saya rasa sedikit lebih cocok dengan saya. Walaupun ga’ da pekerjaa, tapi gak tau kenapa, saya sedikit tenang di tempat yang baru.

Hari pertama di ruangan baru, saya ikut keluar kota karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan. Saya sangat senang sekali.

Pagi itu jam menunjukan jam 9 pagi, kami berangkat dengan sebuah mobil yang full AC dan non Musik. Suasana sangat hampa dan penuh dengan kediaman walaupun yang pergi tersebut ada 4 orang. Mungkin itu karena kami merupakan golongan yang pendiam. hehehe…

Perjalanan terasa sangat lama sekali, pada waktu itu menempuh jika di perhitungkan dengan waktu sekitar 4 jam perjalanan, tapi karena di selimuti dengan diam, terasa sangat lama sekali.

Baru saja 2 jam perjalanan, perut saya terasa sangat pedih dan lapar banget, maklumlah anak kost yang jarang makan. Waktu menunjukan jam 11 siang, “Duh, ne perut kok ga’ bisa kompromi seh..”,kadang aku juga berkata dalam hati, “Masih jauh pak?”. Tapi hal tersebut tidak kutanyakan, takutnya dibilang gak sopan.

Waktu terus berlalu dan perutku semakin lapar. Tepat jam 13, mobil berhenti didepan kedai nasi. Hati ku sangat senang sekali walupun, akhirnya aku bisa makan..begitu kataku dalam hati..

Dengan lahap aku makan, dengan sedikit segan aku makan agak banyak, maklumlah belum makan dari semalam. Tapi biarlah, kalau aku malu-malu nanti perutku semakin sakit dan semakin lemah. Aku sangat senang dan tenagaku mulai pulih.

Perjalanan dilanjutkan dengan suasana yang sedikit berbeda mungkin karena sudah mendapat tenaga tambahan. Mulai dengan pertanyaa-pertanyaa yang konyol dan pada akhirnya perjalanan tak terasa dan kami pun sampai.

Setelah sampai, kami langsung shalat di mushala kantor itu. Setelah itu kami masuk keruangan dengan semangat dan keingin tahuan yang tinggi. Akhirnya kami menikmati dan dapat pengetahuan baru di sana.

Waktu terus berlalu, kami pun pulang ke tempat asal. Suasana sangat berbeda dari sebelumnya. Kami sangat menikmati perjalanan tersebut karena tak ada lagi kebisuan seperti mau berangkat tadi.

Kami mulai bercanda ria dan sekali-kali mencemooh walaupun sepertinya tidak sopan, tapi kami tidak merasa tersinggung.

Mulai dari menanyakan pengalaman bapak dari Kantor sampai mencemooh daerah asal masing-masing.

Perjalanan pulang ditempuh dengan jarak yang sama dengan jarak sewaktu mau pergi, tapi perjalanan ini terasa sangat cepat

Tinggalkan sebuah Komentar