Pada tanggal 25 Agustus 1991, seorang Mahasiswa dari Universitas Helsinki Finlandia yang bernama Linus Torvalds mengirimkan Email ke group usenet comp.os.minix. Email tersebut seperti terlampir berikut ini:
|
From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds) Newsgroups: comp.os.minix Subject: What would you like to see most in minix? Summary: small poll for my new operating system Message-ID:<1991Aug25.205708.9541@klaava.Helsinki.FI> Date: 25 Aug 91 20:57:08 GMT Organization: University of Helsinki
Hello everybody out there using minix – I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready.I’d like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system(due to practical reasons) among other things). I’ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40),and things seem to work.This implies that I’ll get something practical within a few months, andI’d like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won’t promise I’ll implement them
Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)
PS. Yes – it’s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT protable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that’s all I have |
![]() |
Pada masa itu, terdapat sistem operasi yang terkenal dan menarik minat Linus yang bernama UNIX. Tapi sistem operasi ini sangat mahal dan source sodenya pun tidak beredar lagi dengan bebas. Sebagai alternatif, Linux mencoba sistem operasi MINIX (akronim dari MInimal uNIX), yangmerupakan tiruan sederhana sistem operasi UNIX.
MINIX dibuat oleh Dr. Aandrew Tanenbaum untuk keperluan mengajar mahasiswanya tentang cara kerja internal sistem operasi. Tanenbaum adalah seorang ahli komputer yang teman nongkrongnya terdiri dari para perancang sistem UNIX dan pengarang bahasa C. Sebagai alat pengajaran, Tenenbaum tidak ingin sistem operasi buatannya tumbuh dan menjadi rumit sehingga is sering menolak permintaan untuk menambah fitur dan fungsi sistem operasi yang dibuatnya itu. Source Code dari MINIX sendiri tersedia di buku dan disket yang dapat dibeli, tetapi hak distribus dan penggandaannya dikendalikan oleh penerbit buku Prentice Hall.
Kurangnya fitur dan fungsi dari MINIX dan kebijakan source codenya hanya bisa dilihat dan tidak bisa diobok-obok membuat Linus frustasi dan pada akhirnya dia membuat sebuah kernel (sebuah init sari sistem operasi) yang masih serba terbatas dan diberinya nama LINUX (akronim dari Linus MINIX). Didalam Sistem Operasi kernel bertugas untuk memerintahkan head harddisk agar bergerak ke posisi tertentu dan menuliskan datanya ditempat yang telah ditentukan tersebut. Selain itu, kernel juga menjaga data yang sudah ditulis tersebut tidak tertimpa oleh data yang lain.
Setelah Linus mengirimkan email yang mengharapkan kerjasama komunitas dengan programmer-programmer lain untuk mengembangkan kernel yang diciptakannya. Tak diduga sedikitpun, pesan yang dikirim ke group usenet comp.os.minix mendapat dukungan yang sangat hebat. Programmer-prorammer hebat saling bahu-membahu mengembangkan kernel tersebut dan pada akhirnya menghasilkan sebuah sistem operasi yang siap digunakan.
